Sabtu, 01 Desember 2012


Nemu goresan tangan yang tak seberapa ini waktu aku buka - buka diaryku yang super alay. :D

TAK BERJUDUL

Apa yang harus kulakukan saat duniaku mencariku?
Aku sulit hidup tanpanya

Demikian dia selalu memanggil manggil jiwa dan rohku
Aku merasa tak sempurna jika aku berusaha melupakannya
Aku tersiksa dalam kerinduanku

Aku yang dulu pernah bermimpi kan menjadikan duniaku dunia mereka juga
Kini mimpi itu telah berpendar memudar raib dihembus angin
Tapi sesekali mimpi itu menghampiriku
Dia datang bersama semilir angin di kala langit penuh bintang
Dia bersama sama dengan dunia yang hampir kulupakan
Tersenyum simpul di atas mahkota malam
Seakan berbicara untuk mengembalikan kesadaranku
“Sadarlah.. kau juga hidup di dalamku...” ucapnya

Lalu aku tersentak, dalam kepalaku terjadi pertentangan yang menyakitiku
Aku tak dapat berkata apa
Karena aku  belum menemukan pencerahan atas kebingunganku sendiri
Sebuah bintang teramat terang tiba tiba berada di hadapanku
Dengan sinar dan panasnya aku dapat melihat walau dengan mata tertutup
Dapat merasa hatiku yang tengah bergejolak menyatukan seluruh perasaan yang hilir mudik di serambinya
Lalu aku mendengar bisikan, “sabarlah.. aku bukan meninggalkanmu... aku tak sanggup berlari darimu.. karena sejauh apapun ku berlari kau selalu dapat menemukanku..  Karena kau sendiri telah melekat dalam darahku...” bisikan itu keluar dari tubuhku

Tubuhku membisikkan banyak kata lagi hingga seluruh rasa dalam hati tadi tercurah sudah.
Ku kira cukup sudah penghakimanku
Namun rupanya kakiku masih tertahan
“bukan apa apa.. hanya saja aku belum mengatakan ini...
Aku pun dapat mengerti apa yang kau rasakan, asal kau jujur dan berkata kata seperti itu kepadaku. Aku bukian seterumu... aku adalah kamu. Sampai kau bisa menemuiku, aku akan menunggu dan berjanji tak akan pernah menghilang dari darahmu...”

Tubuhku ringan...
Aku lega...
Aku ada untuk duniaku dan tak ku sangka dunia yang kuanggap mati ternyata menawarkan persahabatan dan saling pengertian...

Yaa.. aku akan menjumpaimu..
Duduk lama ataupun berkata kata denganmu.
Bersama kita akan hadir di depan realitas lalu mengkompromikan kerja sama atas nama kebahagiaan dan kasih sayang
Kita akan jadi satu..
Ya, tinggal menunggu waktu...


(17 oktober 2010)


*gambar dari http://edukasi.kompasiana.com